Skip to main content

Tips Membuat Rendang Daging yang Empuk dan Juicy

Rendang Daging mendapatkan gelar sebagai salah satu makanan paling lezat di dunia. Hidangan yang satu ini begitu lezat karena dibuat menggunakan bumbu rempah dan cara memasak yang tidak sebentar. Makanan khas Minang ini sejak zaman dulu sudah tersedia dan dijual di rumah makan Padang.



Ada sebagian orang yang suka menyimpan rendang daging sebagai stok makanan di rumah. Rasanya sangat lezat meski hanya dimakan dengan nasi tanpa lauk pelengkap lain. Apalagi ketika ditambahkan dengan lauk maupun sayuran, dijamin anda bakal terus menambah nasi.

Masalahnya, ketika memasak rendang dan caranya keliru, rendang daging yang dibuat justru akan alot. Berikut ini akan kami sajikan ulasan mengenai bagaimana tips membuat rendang daging yang empuk dan juicy, juga mudah pastinya. Berikut ulasannya!

Lumuri Daging dengan Jahe/Nanas Parut

Sebelum daging dimasak menjadi rendang, anda bisa melumuri terlebih dahulu dengan parutan jahe terlebih dahulu. Daging yang sudah dilumuri jahe parut bisa anda diamkan beberapa menitdulu sebeblum diolah.

Selain menggunakan jahe, anda juga bisa menggunakan nanas. Caranya sama, yaitu dengan menggunakan cara diparut. Hal ini penting untuk dilakukan jika anda menginginkan daging yang lebih empuk dan lunak.

Potong Searah Serat Daging yang Memanjang

Ketika anda memotong daging, usahakan potongannya tidak terlalu kecil tidak juga terlalu besar. Potonglah daging searah serat daging yang memanjang. Meski sepele, tapi hal ini cukup mempengaruhi teksturnya ketika dimasak. Jika daging dipotong tidak searah seratnya, maka ketika diolah daging tersebut akan menjadi agak alot.

Pilih Daging Bagian Paha

Dalam memasak daging, anda perlu memperhatikan pemilihan bagian daging. Daging pada bagian paha lebih cocok untuk dimasak menjadi rendang karena memiliki tekstur kuat dan tidak mudah hancur. Selain itu, jangan  lupa membuang bagian lemak agar daging tidak alot.

Daging Dipukul-Pukul Terlebih Dahulu

Sebelum mengolah daging dan memberinya bumbu, daging yang sudah suci dipukul-pukut terlebih dahulu. Namun, jangan memukulnya terlalu keras atau terlalu lama. Hal itu dapat menyebabkan daging hancur dan pipih saat akan diolah. Langkah ini juga cukup penting dalam mengolah rendang.

Gunakan Santan Secukupnya

Salah satu yang juga perlu diperhatikan dalam membuat rendang adalah penggunaan santan. Gunakanlah patokan perbandingan 1:3 untuk daging dengan santan. Artinya, setiap 1 kilogram daging maka Anda memerlukan santan kental dari 3 buah kelapa.  Ketika memasak, anda juga perlu memastikan bumbu dan santan dimasak terlebih dahulu. Setelah santan mengental dan mengeluarkan minyak, barulah daging dimasukkan lalu dimasak hingga matang.

Masak dengan Api Kecil

Memasak dengan menggunakan api kecil akan membuat daging empuk tapi tidak mudah hancur. Selain ittu, cara ini juga akan membuat bumbu meresap dengan sempurna ke dalam daging. Menggunakan api besar saat memasak rendang justru akan membuat tekstur daging mudah hancur saat diaduk. Selain itu, bumbunya juga tidak akan meresap ke dalam daging karena lebih cepat gosong.

Perhatikan Cara Mengaduk

Ketika memasak rendang, sebaiknya jangan terlalu sering diaduk. Aduklah sesekali saja ketika santan masih banyak dan belum menyusut. Ketika santan mulai menyusut, Anda hanya perlu mengaduk rendang dengan cara mendorongnya memakai punggung spatula kayu.

Hal ini dilakukan agar bagian dasar wajan tidak gosong dan santan tidak pecah saat diolah. Ada baiknya juga menggunakan wajan anti lengket supaya bumbu tidak mudah menempel dan gosong di bagian bawah. Untuk durasi memasak rendang sendiri itu bervariasi antara 5 hingga 8 jam.

Nah, itulah tadi cara memasak rendang agar daging yang dihasilkan empuk tapi tidak mudah hancur. Semoga bermanfaat!

 

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
-->